Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Wednesday, April 22, 2015

Realita Perhatian Handphoners - Sebuah Pesahabatan Semu

Hukum berjiwa "sosial" dengan hukum berjiwa "bergaul" harus mendapat perbedaan yang serius. Karena tidak menjamin, orang yang memiliki jiwa bergaul adalah orang yang berjiwa sosial. Memang, hakekatnya bergaul adalah bersosial, namun harus dipertanyakan jiwa sosialnya. Pun, harus diselidiki hakekat persahabantannya: kebutuhan sosial atau hak-wajib bersosial.

Ketika ada sebuah perbedaan mengenai hak merokok dan tidak, maka kita bisa menguji apakah sahabat itu adalah sahabat berjiwa sosial atau tidak. Ketika mengajak pada keburukan diunggulkan namun di lain pilak malah menyingkirkan orang yang berusaha untuk mengajak kebaikan, maka sudah bisa ditebak bagaimana jiwa sosialnya.

Nah, ini adalah isu era modern, era teknologi. Kelayakan persahabatan seakan bergantung dengan nilai "teknologi". Semakin bagus teknologinya seperti hp, dll, maka memiliki kelas pergaulan yang berbeda. Karena kalau berbicara dengan orang yang tidak se-level, maka sia-sia saja, seperti sedang berceramah.

Nah, sampai-sampai yang dibicarakan adalah bukan tentang "Perhatian Antar Kita" tetapi yang dibicaraan adalah "Perhatian Antar Handphone". Ketika melihat muda-mudi sedang berbicara, yang ada dihadapan adalah Hp, bukan perhatian pada sahabat. Karena komunikasi hati tidak tertuju pada pandangan antar sahabat, tetapi pada hal yang lain (dibalik HP). Secara psikologis, pergaulan semacam ini kurang memiliki rasa empati. Bila begitu, patut dipertanyakan motif "persahabatan" mereka, apakah sekedar kebutuhan sosial atau hak-wajib bersosial?

Makanya, guru saya Buya Yahya (Pembina dari LPD AlBahjah Cirebon, Penceramah di MNC TV, hari Senin pagi), katanya paling anti menggunakan Handphone ketika sedang berkomunikasi dengan lawan bicara, apapun itu. Ketika sudah selesai berbicara, baru menanggapi SMS atau panggilan yang datang. Ini sebuah sikap bahwa perhatian (hati) harus mengutamakan nilai sosial bukan nilai teknologi.

Coba lihat di sekitar pergaulan Sahabat, ketika berkomunikasi dengan lawan bicara, apa yang selalu dipegang dalam mengisi perbincangan mereka? Silahkan tebak sendiri.