Showing posts with label Otak Pikiran. Show all posts
Showing posts with label Otak Pikiran. Show all posts

Thursday, May 26, 2011

Kasus Hubungan antar Sel Neuron

Pada Postingan Biological Learning, menjelaskan bahwa otak manusia tidak bisa membuat sel neuron lagi. Maka, untuk mengukur tingkat kecerdasan dengan melihat seberapa banyak hubungan antarsel yang terbentuk.

Dalam hal ini, ada kasus tikus dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Mark Rosenweig dan Marion Diamond. Penelitian itu untuk mengetahui tiga kondisi dari tikus sebagai objek penelitian.

Berikut kasus ketiga kondisi yang dipaparkan agus setiawan dalam buku Baca Kilat (2010 : 29):
Diperkaya
Tikus pertama dimasukkan dalam kandang besar. Dalam kandang itu terdapat mainan, bersama tikus-tikus lainnya, tersedia makanan dan minuman, dan lainnya.

Standar
tikus kedua dimasukkan dalam kandang kecil. Ditemani hanya dua tikus. Tikus itu pun hanya diberi makanan dan minuman saja.

Minimum
Nah, tikus ketiga ini dibiarkan sendirian dengan makanan dan minuman.
Apa yang terjadi dengan ketiga kondisi setelah itu?

Hasil dari percobaan ini sangat mengejutkan. Agus (2010 : 30) menjelaskan bahwa tikus yang dimasukkan ke dalam kondisi yang Diperkaya mengalami kenaikan volume otak dengan rata-rata kenaikan 10 persen. Itu artinya, jumlah koneksi dalam otak kita akan terus meningkat seiring terus memberikan stimulus dari kelima indra, baik dari pengalaman maupun dari informasi yang kita baca.

Seandainya satu sel hanya bisa menarik hubungan dengan dua sel saja, maka jumlah yang kita dapatkan adalah dua pangkat 1 triliun. Pertanyaannya, bagaimana bila kita membuat semua sel neuron aktif membangun hubungan? Sungguh tidak terkirakan jumlahnya. Potensi kecerdasan pun sulit dibayangkan seperti apa.

Agus setiawan menjelaskan, menurut profesor Sean Adams dari Swiss menunjukkan bahwa otak manusia hanya akan penuh jika manusia itu belajar 1 hal setiap detik. Artinya, setiap detik terjadi koneksi baru antarsel neuron. Maka, kapasitas otak manusia akan penuh setelah kita melakukannya selama 30 juta tahun. Jadi, sangat bodoh bila ada orang yang mengatakan, “Aduh, otak gue udah penuh neh”. Belum ada sejarah manusia yang mengalami otak sudah penuh.

Salam Cerdas!

Tuesday, May 24, 2011

Otak: Biological Learning

Agus Setiawan dalam bukunya Baca Kilat (2010 : 28) menyatakan bahwa otak manusia dikaruniai 1 triliun sel neuron. Sel neuron yang banyak itu, dibagi menjadi 100 miliar sek aktif dan 900 miliar sel pendukung. Setelah itu, entah tragis atau keuntungan, otak manusia tidak bisa lagi membuat sel neuron yang baru.

Tidak membuat kembali sel neuron merupakan sesuatu yang menghawatirkan. Tetapi bila kita memang sangat akrab dengan minuman keras. Bagi orang yang sudah akrab dengan minuman keras, hanya dengan minum satu gelas saja maka mudah sekali menghilangkan 500 sel neuron. Apalagi berbotol-botol minuman keras. Menurut Agus, sekitas 500 sel neuron akan berhenti bekerja untuk selamanya. Tentu, ini sangat berbahaya karena menurunkan pengembangan potensi diri manusia.

Tetapi ada kenyataan lain dari otak manusia yaitu walau sel neuron tidak tumbuh lagi, maka untuk tingkat kecerdasan diukur dari banyaknya hubungan antar sel yang terbentuk, kata Agus. Semakin banyak hubungan antar sel yang terbentuk, semakin pintar seseorang. Agus menyebut kejadian itu sebagai biological learning.

Dengan kata lain, perlu adanya usaha untuk penyambungan antar sel. Dengan begitu, perlu adanya penyerapan informasi dari segala indra yang mendukungnya. Pada akhirnya, setiap ada informasi, maka akan membentuk hubungan antar sel sesuai informasi yang diperoleh.

Salam Cerdas!

Tuesday, March 8, 2011

Otak: Sang Tuan Intelek

Pasti sudah tak asing lagi tentang kata otak. Tapi, bila kita hanya mengenal kata otak saja, kita tak akan mengenal lebih jauh tentang otak. Maka saya ingin mencoba membagi otak. Tentunya, saya tidak asal membagi. Saya merujuk pada buku yang memang menjelaskan tentang otak. Tapi, walau ada bahan rujukan, saya perlu usaha untuk memahami―mengingat cukup rumit pembahasannya. oke, pembagiannya sebagai berikut:

1. Dualisme Otak
Walau otak terlihat dalam satu bentuk, tetapi dia memiliki beberapa otak. Yang selama ini kita kenal tentang otak adalah otak kiri dan kanan. Pembahasan otak Ini sering kita dengar dan melihat pembahasannya. Bahkan pembahasannya sampai terjadi pengkotak-kotakan antara otak kiri dan otak kanan.

Dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu (2010 : 61), antara otak kiri dan otak kanan telah mempunyai perbedaan fungsi. Perbedaan dua belahan otak pun diperparah oleh kenyataan bahwa rata-rata orang mengalami ketidakseimbangan pada dua sisi otaknya.

Dalam hal ini, tentang ilmuwan―Roger Sperry dan kawan-kawannya―yang telah meneliti peran masing-masing belahan otak dengan memisahkan kanan dan kiri, maka kita akan semakin yakin bahwa perbedaan dua otak tersebut terlihat mencolok.

Lebih jauh...dalam buku Baca Kilat karya Agus Setiawan (2010 : 26) menyatakan bahwa sejak 2000 tahun lalu, Socrates telah mengatakan bahwa otak manusia terdiri atas dua bagian.

Dengan alasan pem-beda-an, maka alangkah baiknya kita menjabarkan fungsi dua otak tersebut dengan mengacu pada buku Erbe.
  1. Otak kiri
  2. - Pemikiran analisis
    - Logika - Bahasa
    - Sains dan Matematika
  3. Otak Kanan
  4. - Pemikiran holistik
    - Intuisi
    - Kreatifitas
    - Seni dan musik

2. Otak 3-In-1
Pembahasan tentang dua belahan otak memang cukup terkenal. Tapi, kita pun jangan melupakan pembahasan mengenai Otak 3-in-1. Dalam buku Erbe (2010 : 66) menjelaskan bahwa lebih dari 50 tahun Paul Maclean telah menjelaskan tentang otak 3-in-1.
Menurutnya, manusia dikaruniai otak komplet yang mencakup tiga jenis otak yaitu otak Reptil, otak Mamalia Tua, dan otak Mamalia Baru (Neokorteks).

Otak Reptil membuat kita memiliki rutinitas dan membentuk kebiasaan. Otak Mamalia Tua membuat manusia merasakan kelembutakn dan sifat ingin merawat, membela diri. Otak Mamalia Baru yaitu tempat berlangsungnya kegiatan berpikir. Otak Mamalia Baru inilah yang membedakan antara makhluk Tuhan lainnya (Erbe, 2010 : 67).

3. Alam Bawah Sadar dak Kesadaran
Otak yang dijadiakn untuk kegiatan berpikir, tidak hanya terkait pada pembagian secara fungsional (seperti yang dijelaskan di atas), tetapi juga pembagian berdasarkan aspek kesadaran yaitu pikiran bawah sadar dan pikiran kesadaran. Pikiran bawah sadar memiliki kapasitas 88% lebih besar dari pada pikiran sadar yang hanya 12% (Erbe, 2010 : 87).

Antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, ada pembatas yang sebagai filter yaitu RAS (Reticular Activating Sistem). Filter ini sangat dibutuhkan sebagai pelindung dari informasi yang tidak diperlukan dan juga sebagai pintu keluar/masuk untuk menyimpan dan menghapus rekaman informasi di alam bawah sadar (Erbe, 2010 : 87).

Saya kira, cukupkan saja pembahasan mengenai pembagian otak ini. Masih bingung?

Salam Cerdas!