Showing posts with label Motivasi Belajar. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Belajar. Show all posts

Wednesday, May 25, 2011

Hubungan antar Bentuk Motivasi

Sardiman dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (2009 : 91) berkata bahwa dengan motivasi-entah intrinsik maupun ekstrinsik-, pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.

Dalam hal ini, Sardiman (2009 : 92-95) mengemukakan tentang bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi belajar yaitu:
»Memberi Angka
»Hadiah
»Saingan/Kompetisi
»Ego Involvement
»Memberi Ulangan
»Mengetahui Hasil
»Pujian
»Hukuman
»Hasrat untuk Belajar
»Minat
»Tujuan yang Diakui
Sardiman (2009 : 91-92) mengingatkan dalam motivasi ekstrinsik, guru perlu kehati-hatian dalam penerapannya sebagai usaha memotivasi para pelajar. Bisa saja, seorang guru dengan maksud ingin memberi motivasi belajar tetapi malah memberikan pengenduran motivasi; tidak menguntungkan perkembangan belajar pelajar.

Tetapi Sardiman tidak menjelaskan secara detail contoh kasus penerapan motivasi belajar yang berdampak tidak menguntungkan.

Akhirnya, saya ingin memberikan penjelasan yang kemungkinan bersifat intuitif (bukan empiris) tentang saling berhubungan antara bentuk-bentuk motivasi. Tetapi saya tidak akan menjelaskan semuanya. Boleh tidak percaya tentang pendapat saya. Tentu, ini sebagai usaha meminimalisir dampak dari bentuk motivasi yang tidak menguntungkan.

A. Hubungan antara Saingan/Kompetisi, Memberi Nilai Angka, dan Hadiah
Bila guru memberikan jaminan akan memberi nilai angka bagus pada belajar yang menuruti ketentuan yang telah diberikan, tentu memberikan motivasi belajar untuk pelajar.

Tetapi, masalah nilai angka, masih mempunyai batasan-batasannya. Keterbatasannya itu hanya diberikan di akhir usaha. Bisa saja pelajar itu berbuat curang dalam mendapat nilai angka. Terbatasnya nilai angka juga dikarenakan kuntitatif angkanya. Biasanya penilaian itu dari 1 sampai 10 atau 10 sampai 100. Tentu, kemampuan seorang betapa pun tingginya, akan dinilai maksimal sebesar itu.

Maka memberi nilai angka akan lebih hidup bila adanya bentuk motivasi persaingan/kompetisi. Saya katakan, kompetisi ini lebih menitikberatkan pada proses individu/kelompok menuju pencapaian yang terbaik dari individu/kelompok lainnya. Motivasi untuk meraih nilai angka yang bagus akan merasa tertantang dengan adanya persaingan antar individu/kelompok.

Untuk menyenangkan hati individu/kelompok saat perjuangan tugas belajar selesai, maka guru perlu juga memberikan hadiah. Tentu, tidak perlu ada kelompok yang mendapat hasil terbaik saja, tetapi yang terlibat pada proses pembelajaran. Agar persaingan tetap sehat dan tidak ada kecurangan.

B. Hubungan antara Minat, Hasrat untuk Belajar, dan Tujuan yang Diakui
Bila pelajar sudah memiliki minat, tidak ada kesulitan untuk belajar. Pelajar itu akan giat belajar karena minat telah mendorongnya untuk tetap belajar. Menurut Sardiman (2009 : 95) “Motivasi sangat erat hubungannya dengan unsur minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok”. Sehingga saya berkesimpulan tidak dikatakan punya motivasi kalau tidak memiliki minat, begitu juga sebaliknya.

Sehingga pada akhirnya, hasrat belajar tidak bisa dilepaskan dari minat pelajar untuk belajar. Karena ada minat maka tentu akan ada hasrat untuk belajar.

Seperti dikatakan Sardiman, “ hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar.” Akan tetapi, bisa jadi akan menimbulkan ketidakjelasan tentang maksud untuk belajar itu seperti apa. Maka dari itu perlu ada tujuan yang diakui. Tentu, agar lebih mengetahui tujuan-tujuan mana yang memang penting ditanam dalam hati pelajar.

Dengan mengetahui hubungan Antara Minat, Hasrat untuk Belajar, dan Tujuan yang Diakui, maka akan lebih memperkuat kegunaan bentuk motivasi dalam usaha memotivasi pelajar untuk belajar.

C. Hubungan antara Ulangan, Ego-Involvement dan Mengetahui Hasil
Tiada tiada belajar tanpa ulangan. Setiap pembelajaran harus ada ulangan. Pada dasarnya, ulangan adalah ujian kecil untuk menghadapi ujian sedang dan ujian besar (Ujian Naional). Dikatakan ulangan itu ujian adalah karena masih berupa pemberian soal untuk dijawab oleh pelajar.

Ulangan inilah yang harus difokuskan sebagai usaha penghimpunan kemampuan pelajar. Juga sebagai usaha menghimpun motivasi belajar pelajar. Tentunya, dalam rangka mempersiapkan ujian yang lebih besar dari ulangan. Akan tetapi, menurut Sardiman (2009 : 93) dalam guru jangan terlalu sering (setiap hari) ulangan.

Bila dalam ulangan saja masih aktif menyontek, maka bisa diukur seberapa kemampuan pelajar pada ujian nanti, yang lebih besar. Juga, bila masih saja tidak termotivasi belajar dalam menghadapi ulangan, maka bisa diukur seberapa besar motivasi belajar pelajar.

Maka dari itu, guru perlu usaha untuk menumbuhkan kesadaran. Antar ego perlu adanya nuansa penghormatan pada harga diri manusia. Sehingga, akan mudah untuk menumbuhkan kesadaran. Maka guru perlu memberikan perubahan pada pola pikir pelajar bahwa ulangan bukanlah hal yan menakutkan atau ajang hukuman. Ulangan hanya usaha penghimpunan motivasi dan kemampuan pelajar.

Setelah itu, barulah ulangan dilakukan. Dan spesial untuk pelajar, bila guru memberi tahu tentang hasil dari ulangan pelajar. Besar atau kecil hasil belajar maka akan menerima dengan lapang dada. Hasil yang diperoleh telah memberikan kesadaran tentang kemampuan dirinya. Pada akhirnya, akan memberi motivasi belajar baru agar belajar lebih giat.


Salam Cerdas!

Monday, April 11, 2011

Motivasi Belajar dalam Pertentangan

Dalam buku Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar karya Sardiman (2009 : 89-91) menjelaskan tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
» Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik bisa dikatakan bahwa selama melakukan kegiatan belajar tidak butuh rangsangan dari luar. Dalam diri seseorang sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya. Seseorang tersebut sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya.

Sedangkan kalau dilihat dari segi tujuannya, maka motivasi intrinsik adalah keinginan mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajarnya. Artinya, niat hanya untuk meningkatkan pengetahuan semata.

» Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik bisa dikatakan adanya rangsangan dari luar. Seseorang yang belajar, karena besok pagi akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik.

Sedangkan dari segi tujuannya, motivasi ektsrinsik tidak secara langsung mengikat pada esensi yang dilakukannya, misal belajar.
Pertentangan Pendapat
Melihat penjelasan motivasi intrinsik dan ekstrinsik di atas, saya masih kurang setuju. Ya, biarkan saja saya bertentangan oleh kebanyakan para pakar. Menurut saya, masalah motivasi terikat dengan masalah tujuan.

Bila pembelajar mempunyai tujuan hanya ingin lulus Ujian Naional atau lulus test CPNS, berarti motivasi belajar hanya untuk lulus Ujian Nasional. Walau motivasi itu datang dari dalam diri pembelajar. Bila pembelajar mempunyai tujuan ingin menjadi dokter, berarti motivasinya untuk mempelajari dunia kedokteran walau ia sering dinasehati agar mengerti tentang dunia kesehatan (misal, bapaknya seorang dokter).

Saya lebih setuju motivasi intrinsik dengan sebutan motivasi bawaan. Artinya, motivasi itu sudah dibawa sejak lahir. Sebagai contoh motivasi intrinsik: dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk istirahat, dorongan seksual, dll. Contoh-contoh tersebut lebih kepada dorongan dalam diri seseorang.

Sedangkan untuk motivasi ekstrinsik, saya lebih setuju dengan sebutan motivasi yang dipelajari. Artinya, motivasi yang timbul akibat pengaruh lingkungan. Karena lingkunganlah yang mempengaruhi perkembangan pribadi manusia. Lingkungan akan memberikan motivasi belajar atau malah akan menghancurkan motivasi belajar seseorang. Pembelajar perlu mencermati setiap pengaruh lingkungan.

Tentu,―dari pengaruh lingkungan yang selalu mempengaruhi―pribadi pembelajar yang sebagai hakim mempunyai hak untuk menentukan pilihan dari berbagai pengaruh lingkungan. Pribadi pembelajar akan menentukan apakah keputusannya sesuai dengan keinginan pribadi atau masih ada pengaruh orang lain.

Jadi, kesimpulannya adalah saya kurang setuju penjelasan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dari buku Sardiman. Bila bertentangan dengan kebanyakan para pakar, ya tidak apa-apa dong. Tidak perlu diyakini juga pendapat saya ini. Maaf saja, saya sedang belajar.

Salam Cerdas!

Fungsi Motivasi dalam Belajar

Ada tiga fungsi motivasi dalam belajar. Saya kutip dari pendapatnya Sardiman (2009 : 85) dalam buku Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Berikut fungsi motivasi menurut Sardiman.
» Mendorong manusia untuk belajar
» Menentukan arah perbuatan belajar
» Menyeleksi perbuatan belajar
Terlihat dari ketiga fungsi motivasi belajar tersebut saling berkaitan. Motivasi belajar berarti adanya dorongan pada diri manusia untuk melakukan belajar. Dorongan itu muncul dari berbagai alasan seperti persiapan Ujian Nasional, atau persiapan test CPNS. Kegiatan belajar yang dilakukan pun menyangkut pada tujuan/impian yang akan didapatkannya yaitu lulus Ujian Nasional atau lulus CPNS. Tentu, pasti ada seleksi-seleksi tentang perbuatan belajarnya agar apa yang diinginkan bisa tercapai.

Motivasi merupakan motor penggerak yang akan menggerakan sesuatu perbuatan, menurut Sardiman. Bila motivasi atau motor penggerak kuat maka akan mengoptimalkan dalam usaha belajar. Akan lebih memastikan kejelasan tentang tujuan/impian yang ditentukan dan tetap mempertahankan tujuannya. Dengan motivasi yang kuat, maka setiap kegiatan usaha diseleksi lebih optimal lagi.

Itu fungsi motivasi dalam belajar menurut Sardiman.

Salam Cerdas!

Friday, February 25, 2011

Sedikit-sedikit Saja tentang Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi berasal potongan kata motif. Dalam buku Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar karya Sardiman bahwa kata motif diartikan “sebagai upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu”.

Masih dalam buku karya Sardiman bahwa motivasi menurut Mc. Donald adalah perubahan energi dalam diri seseorang.

Sehingga dapat saya simpulkan dan hanya menyimpulkan sedikit dari sedikit pengertian motivasi karena terlalu sendikit motivasi saya untuk memperbanyak pengertian. Kesimpulannya bahwa motivasi adalah dorongan energi dari jiwa dan raga.

Jiwa dan raga itu memiliki keinginan untuk bereaksi. Tentunya, jiwa dan raga seperti itu dimiliki oleh semua manusia untuk kehidupannya. Oleh karena itu, sejatinya hidup manusia memang mempunyai motivasi yaitu motivasi untuk hidup itu sendiri. Tidak ada manusia yang tidak memiliki motivasi. Hanya kematian saja yang akan mematikan motivasi.

Bagi orang yang tidak mempunyai motivasi pada sesuatu hanya karena energi jiwa dan raga itu tidak memfokuskan pada sesuatu itu. Sehingga, yang diperlukan adalah motivasi untuk mem-fokus-kan diri pada sesuatu itu. Dalam hal ini saya memilih belajar. Seorang perlu memotivasikan untuk fokus belajar. Perlu diulangi, seorang perlu memotivasikan untuk fokus belajar.

Sebelumnya, sedikit pengertian belajar dulu dong. Biar sedikit mengerti. Walau sedikit, tapi, dari pada tidak mengerti sama sekali tentang pengertian belajar. Menurut saya―tidak perlu dari yang lain―motivasi belajar adalah dorongan energi jiwa dan raga agar/untuk melakukan pada titik fokus yang telah ditetapkan yaitu belajar.

Sampai di sini dulu saja membahas tentang sedikit pengertian motivasi belajar. Semoga, sedikit pembahasan tidak membuat kita memperoleh pemahaman yang sedikit.

Salam Cerdas!