Showing posts with label Emansipasi Wanita. Show all posts
Showing posts with label Emansipasi Wanita. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Wanita Vs Perempuan – Pemiihan Bahasa Mana yang Keren dan Fleksibel?

Ada makna dari kata “wanita” yaitu “wani di tata” yang artinya wanita ini berjiwa siap berkorban untuk perbaikan diri. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kata “wanita” yang diartikan sebagai seorang yang siap untuk berkorban, diperbaiki. Cuma karena ada virus “emansipasi, kesetaraan gender” sehingga mengganti wanita dengan kata “perempuan”.

Kata perempuan juga punya arti yaitu “permainan emansipasi perempuan”. Ya, sebatas hura-hura, kesamaan dengan pria, dan sekedar pelepas rasa bosan berstatus rumah tangga. Baru ketika ada emansipasi pria secara dramatis maka akan menuntut balik untuk emansipasi wanita dalam permainan lain. wah, wah wah!

Saya lebih memilih kata “wanita” karena lebih bisa masuk dalam berbagai pembahasan: karir, rumah tangga dan pergaulan. Ketika saya membahas artikel cinta, saya lebih memilih kata “wanita” karena akan bersanding dengan pembahasan cinta yang penuh warna. Seperti pembahasan “kiat memikat wanita” tentu sangat cocok. Bila saya menulis dengan judul “kiat memikat perempuan”, kesannya tidak tepat dan loyo. Begitu juga ketika saya membahas mengenai karir kerja dan bisnis, maka akan memilih kata “wanita” seperti judul “karir era online untuk wanita”.

Begitu juga wanita dalam rumah tangga, tetap sangat pas bila memakai kata “wanita”. Karena mengambil makna plesetan dari yaitu “wani di tata”. Artinya, siap berkorban untuk diurus suami, asal pengurusan suami benar. Bagaimana menjadi “wanita idaman suami dan anak”? sebuah pembahasan dengan kata “wanita” bisa juga terlihat bagus.

Wanita Rumah Tangga Bisa Lebih Maju Daripada Wanita Karir

Wanita Rumah Tangga Bisa Lebih Maju Daripada Wanita Karir - Saya ingatkan sekali lagi agar benar-benar nyantol di hati bahwa “Ini era informasi, era online, era dimana dunia bisa digenggam hanya lewat bilik WC”. Sehingga, bila tidak punya waktu untuk memanfaatkan era ini, baik perusahaan, organisasi atau personal maka akan tertinggal jauh dari perusahaan, organisasi dan personal yang memanfaatkan era ini. Sudah ketinggalan zaman bahwa karir kerja harus pergi ke luar rumah, pergi ke kantor milik orang lain.

Sayangnya, pembelajaran teknologi informasi di Indonesia masih kurang mendapat perhatian serius, baik kerja individu atau kelompok. Padahal era online di Indonesia sudah ada sejak 2000. Pembelajaran di pendidikan formal tentang teknologi informasi pun masih minim. Akhirnya, tidak banyak individu yang memanfaatkan hal ini termasuk wanita yang siap dalam rumah tangga.

Ketika wanita rumah tangga bisa memanfaatkan ini, era ini, era dimana memanfaatkan koneksi internet untuk pengembangan diri dan karir, maka akan jauh lebih maju daripada wanita kariri yang bekerja di sebuah perusahaan bergaji 10 juga per bulan. Mendengar cerita, banyak sekali orang-orang yang sukses berpenghasilan puluhan juta hanya kerja santai, mengurus bisnis sendiri, tanpa terperangkap jadwal kerja.

Wanita rumah tangga memiliki waktu yang cukup luang untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk kepentingan karir di dalam rumah tangga. Sedangkan wanita karir tidak banyak waktu luang untuk memanfaatkan waktu, bahkan selalu dalam kerja lembur. Itu artinya, potensi kemajuan bisa lebih besar diraih oleh wanita rumah tangga daripada wanita karir. Dalam hal ilmu, setiap hari bisa memanfaatkan belajar bersama internet. Dalam hal kerja, bisa. Dan bisa dalam berbagai hal asal punya waktu dan tenaga.