Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Thursday, April 9, 2015

Mentradisikan Roda Ekonomi dengan Sistem Keadilan dan Persatuan

Bukan sok perhatian tentang ekonomi, karena saya sendiri pun sedang mengalami kesulitan ekonomi karena berbagai faktor. Namun dari hasil melihat kasus saya ini, bisa menilai bahwa mentradisikan roda ekonomi di tiap desa dengan menggunakan sistem “Keadilan Dan Persatuan” kurang mendapat perhatian. Padahal anggaran mencapai milyaran (tidak tahu pasti) per desa yang seharusnya sudah cukup bahkan berlebih untuk memodalkan pematangan ekonomi dengan sistem keadilan dan persatuan.

Kalau tiap desa memiliki kematangan ekonominya sendiri – karena gabungan ekonomi per individu – maka secara otomatis akan membentuk persatuan ekonomi untuk Indonesia. Karena sudah biasa menjalani ekonomi dengan memperhatikan keadilan dan persatuan antar individu, maka menjalin persatuan Indonesia antar daerah akan bisa dilakukan. Hasilnya, berpotensi bisa membayar hutang negara 50% LUNAS.

Sepengetahuan saya sendiri yang terbatas, mereka mengurus ekonominya sendiri-sendiri, tanpa pembekalan dan tanpa penyaluran sebagai roda ekonomi berkelanjutan. Bila sudah kaya, merasa amnesia. Namun bila bernasib miskin, merasa terhina.

Termasuk saya mengurus ekonomi saya sendiri, dengan menggunakan kemampuan saya sendiri hasil belajar sendiri. Walau dalam hal ini kondisi saya mungkin sudah aman dan potensial dalam meraih kematangan ekonomi. Namun, saya tidak menjamin bila saya sudah mengalami kematangan ekonomi, saya menjadi amnesia atau tidak :-)

Ada sebuah prinsip yang sering didengung-dengungkan namun nimim sekali pengamalan adalah, “Bercerai kita runtuh, bersatu kita utuh.” Bercerai di sini bukan dalam masalah kasus konflik sosial saja namun bisa juga karena tidak adanya niat untuk membangun sistem persatuan, sehingga seakan telah bercerai.

Sahabat tahu,  bahwa banyak sekali seminar-seminar di Indonesia kan? Ada seminar untuk menjadi orang yang super kaya, seminar menjadi orang yang super mandiri dan sukses, dll. berbagai seminar yang tujuannya untuk mengurus “Individu Sahabat” dan selebihnya untuk mengurus bisnis “Si Penyelenggara Seminar”. Namun apakah pernah tiap desa – yang terwakilkan - melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan  pribadi manusia untuk ekonomi dan sosial desa? Yang jelas, saya belum mendapat undangan gratis mengenai pengembangan skill dan program lainnya dari perwakilan pemerintah desa.

Daripada mengeluh, itu tidak baik, Sahabat...

Karena Sahabat sudah tahu masalahnya, bahwa penting mentradisikan roda ekonomi dengan sistem keadilan dan persatuan Indonesia, maka selebihnya dilakukan sendiri-sendiri. Walau sendiri-sendiri, bila yang melakukan berjumlah banyak, maka sudah terotomatiskan untuk bersatu dalam satu tujuan: Kematangan Ekonomi Indonesia.

Berikut yang perlu dilakukan oleh semua individu untuk kepentingan Roda Ekonomi Bersistem Keadilan Sosial dan Persatuan Indonesia:

1.              Perhatikan dan Kuasai 4 Casflow Quandrant Sahabat:

Sayang sekali, hanya karena terperangkap sistem pendidikan yang berfokus membentuk penteori ulung dan penyampah teori, banyak yang tidak memperhatikan 4 Casflow Quandrant, baik dalam pembelajaran atau pengamalan. Padahal, dalam segi kegiatan belajar dan karir sangat penting mengetahui agar bisa terarah dalam menguasai beberapa Casflow Quandrant. Hasilnya, karena sudah ter-jamak-an (sudah banyak yang tidak memperhatikan), keadaan Indonesia mengalami keterburukan ekonomi.

Berikut 4 Casflow Quandrant yang harus diketahui untuk menguasainya:

-       Skill Pekerja
-       Skill Pekerja Mandiri
-       Skill Bisnis
-       Skill Investasi

Terlihat sederhana, namun 4 Casflow Quandrant itulah tujuan akhir dalam pemberdayaan ekonomi. Kalau Sahabat bekerja, maka ujungnya menghasilkan gaji. Kalau Sahabat menjadi pekerja mandiri maka ujungnya menghasilkan honor. Kalau Sahabat bisnis dan investasi, ujungnya Sahabat menghasikan pasif income. Tentu ini adalah tujuan dalam pemberdayaan ekonomi.

Sekarang, bagaimana bila Sahabat tidak menguasai skill dari 4 Casflow Quandrant di atas? Sahabat bisa bahasa Inggris, tetapi apakah bisa menjadi pekerja kantoran atau mandiri sebagai “Penerjemah Bahasa” yang dibayar? Saya kira, perlu yang mananya pemberdayaan skill untuk kebutuhan kematangan ekonomi.

2.       Perhatikan Darurat Pasar Internasional alias Global

Sebuah keluarga Si Rojul, misal, punya uang 10.000.000, namun dalam satu bulan uang habis tanpa sisa bahkan hutang karena berhubungan dengan pihak importir. Keluarga Si Rojul tersebut selalu impor daging sapi, kedelai, dan sebagainya namun tidak pernah melakukan ekspor kepada keluarga lain. Bila selalu begitu, tidak ada roda ekonomi yang bisa mensejahterakan keluarga tersebut.

Jadi, inti mematangkan ekonomi sebuah “Keluarga Indonesia” adalah dengan memaksimalkan ekspor ke beberapa keluarga negara lain. Bahkan lebih baik mengalami menurunan dalam hal Impor (baca: jangan terpengaruh pihak keluarga negara luar dalam menanam modal atau penjualan produk).

Kabar baiknya, ini era online yang membuat per individu bisa melakukan perdagangan Internasional tanpa perlu terlibat dalam peraturan Ekspor/Impor. Dan, saya pun sedang melakukan hal ini untuk meraup banyak dollar. Bila saya menghasilkan banyak dollar, maka akan menguntungkan pihak Indonesia (baca: termasuk Bank Indonesia yang sebagai pihak pencairan cek atau transfer)

3.       Lakukan Kerjasama ekonomi untuk Keadilan Sosial dan Persatuan Indonesia

Dalam hal ini, tidak sekedar dalam hal memberi modal untuk orang lain, tetapi mencakup tema “Pemberdayaan Masyarakat”. Karena kalau kita memperkaya diri sendiri, maka tidak ada yang namanya roda ekonomi untuk Keluarga Indonesia sendiri. Akhirnya, semakin kaya seseorang, malah membuat terjadi pemiskinan di sebagian orang lain.

Jadi, dengan mengadakan kerjasama dalam perekonomian adalah untuk mewujudkan keadilan sosial. Di sini tidak membahas tentang Sosialisme, tetapi lebih kepada “Relawan Sosialis”. Pada ujungnya akan mengalami yang namanya “Sistem Duplikasi” (jangan diartikan bisnis MLM, bisnis jaringan), sistem yang membuat satu-kesatuan antar anak bangsa Indonesia.