Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Saturday, July 25, 2015

Resiko Jadi Wanita Cantik - Susah Tenang dan Bikin Bodoh

Ini era dimana dunia pacaran merajalela. Ketika wanita cantik berbaur dalam dunia yang didalamnya menjalankan aktifitas pacaran, maka kehidupan si wanita cantik harus siap "Digoda". Jelas, kata "digoda" bukan kata yang sepertinya tidak disetujui para wanita. Namun faktanya, dengan moto pria "Kalau cinta harus dipejuangkan karena siapa cepat dia dapat", maka si wanita akan mengalami ketidaktengan dalam hidup, diganggu terus, digoda terus. Jelas tidak tenang.

Siapa sih pria yang tidak mau memiliki atau berteman dengan wanita cantik? Wanita cantik ibaratnya adalah gula, maka akan berdatangan para penghisap gula. Wanita cantik selalu menjadi bahan rebutan. Setiap hari selalu datang orang-orang yang sekedar "Hai, jalan yuk" atau sebagai "usaha pemikat hati".

Bila tidak memutuskan siapa pacarnya, maka akan menjadi bahan rebutan dengan disertai ucapan menyakitkan, "Dasar sok jual mahal", "Berapa sih harga lu? Gue bayar?" "Cantik segitu saja, sombong.". Akhirnya, putuskan 1 pacar.

Namun, apakah masalah selesai? Tidak!

Siapa sih yang tidak percaya, "Kalau janur kuning belum melengkung, semua berhak untuk berharap?" Ya, kali saja si wanita cantik putus dengan pacarnya sehingga peluang rebutan dibuka kembali. Peluang untuk merebut pun sudah menjadi hal "Permainan Asyik". Sehingga, sembari menunggu jomblo, ya si pria melakuan aksi pemutusan hubungan secara halus. Sah dong? Pacaran kan haram? Kok pake dilarang merebut?

Resiko pacaran yang sudah dilakukan sejak dini, sejak masih remaja, tentu sering mengalami berbagai kejadian "putus pacaran". Dan terus berulang sampai dewasa, sudah mengalami banyak kejadian "putus pacaran". Berbagai perasaan buruk sudah tertampung penuh di hati dan pikiran. Artinya, bisa dilihat bahwa inilah resiko jadi orang cantik: Tidak tenang dengan kehidupan dan pergaulannya.

Tentu, resiko lain lagi adalah bisa bikin bodoh. Kenapa bikin bodoh? Ya elah, tiap hari dari sejak remaja sampai dewasa kerjanya pacaran melulu, cinta-cintataan melulu. Gimana gak bikin bodoh? Pacaran itu membuat seseorang mudah stres, ketimbang pertemanan. Bila mudah stress, vitalitas otak bisa menurun. Pantas, rata-rata wanita cantik itu bodoh.

Monday, July 20, 2015

Memulai dengan PDKT - Putuskan Dengan 'Nikah Yuk

Kalau mau jadi orang cerdas dalam memilih pasangan, lakukan pendekatan alias PDKT yang matang. Biar bisa menjawab, "Saya kan masih PDKT" kalau putus atau mau dimacem-macemin (recek, lecet, bengkak, nyesek). Kalau ternyata jodoh, "Ternyata, cukup PDKT, gak pakai acara dimacem-macemin".

"Nanti kalau ada yang ngerebut, bagaimana?"

Merebut apa? Merebut pacar kamu? Dia kan bukan pacar kamu. Kamu mengharapkan pacar atau istri?

"Aduh, tua banget mikirin nikah. Saya pacaran sekedar pengalaman saja!"

Nah, si dia yang kamu incar pun sekedar pengalaman dengan kamu. Kalau bosen dengan kamu dan ingin ganti yang lain, memang ada masalah?

"Tapi kan aku sudah cinta banget ama dia, sayang banget ama dia, dan aku berharap dia jadi pacar aku."

Lah, katanya sekedar pengalaman? Terus makna cinta itu seperti apa bila untuk pernikahan? Bukankah tidak selamanya hanya sekedar status pacar? Cinta apa nafsu? Yang namanya cinta, sayang, tidak ada makna yang berharga kecuali kata, "Nikah Yuk!" Kecuali kamu hanya sekedar menjalin pertemanan maka tidak masalah cinta tanpa pernikahan.

"Tapi aku kan sedang menjalani PDKT. Kalau sekedar PDKT, terus ujungnya bagaimana?"

Ujungnya tentu menikah. Memangnya tidak mau menikah dengan orang yang dicintai? Bohong sekali, mengaku cinta tapi tidak berani menikahinya.

"Aduh, saya masih fokus sekolah. Jangan tua banget lah pikirannya..."

"Fokus sekolah, kenapa kok mau pacaran? Bukankah sekedar PDKT, itu lebih bebas daripada status pacar?"

"Kan pengalaman..."

Nah, si dia yang kamu incar pun sekedar pengalaman dengan kamu. Kalau bosen dengan kamu dan ingin ganti yang lain, memang ada masalah?

"Tapi kan aku sudah cinta banget ama dia, sayang banget ama dia, dan aku berharap dia jadi pacar aku."

Lah, katanya sekedar pengalaman? Terus makna cinta itu seperti apa bila untuk pernikahan? Bukankah tidak selamanya hanya sekedar status pacar? Cinta apa nafsu? Yang namanya cinta, sayang, tidak ada makna yang berharga kecuali kata, "Nikah Yuk!" Kecuali kamu hanya sekedar menjalin pertemanan maka tidak masalah cinta tanpa pernikahan.

"Tapi aku kan sedang menjalani PDKT. Kalau sekedar PDKT, terus ujungnya bagaimana?"

Ujungnya tentu menikah. Memangnya tidak mau menikah dengan orang yang dicintai? Bohong sekali, mengaku cinta tapi tidak berani menikahinya.

"Aduh, saya masih fokus sekolah. Jangan tua banget lah pikirannya..."

"Fokus sekolah, kenapa kok mau pacaran? Bukankah sekedar PDKT... itu lebih bebas daripada status pacar?"

"Dibilang pengalaman... Gak paham-paham"

Sunday, July 19, 2015

Pacaran Mendidik Jadi Keledai

Mereka yang menggeluti pacaran, apa sih yang dicari? Pasti hanya pengalaman-pengalaman pahit, sakit hati, dll. Putus lagi, cari lagi pacar seolah mencari cinta sejati. Sudah dapat cinta sejati, eh ada pemaksaan menikah sehingga gagal lagi. Cari lagi setelah sudah remek hati. Dapet pacar lagi yang cocok, putus lagi karena terlalu ini dan itulah. Berkali-kali gonta-ganti pacar sampai hati remek menjalani dunia pacaran. Namun, akhirnya menemukan jodoh tepat, saling-cinta. Nikmat dunia terasa ketika sudah menikah.

Mereka bercerita kepada anak-cucu tentang ketidakenakan pacaran agar anak-cucu berhati-hati dalam berpacaran. Seolah menjadi pahlawan cerita, mereka pun menjelaskan alasan kenapa sekarang menjadi tulang punggung keluarga - cerai - karena ternyata mereka klaim salah memilih pasangan (pacar) untuk menikah - setelah sudah berkali-kali, gonta-ganti pacar untuk pengenalan.

Lalu si anak-cucu pun merasa penasaran dengan dunia pacaran. Terjunlah dalam dunia pacaran. Dan menyadari ternyata pacaran ini penuh ketidakenakan, pahit, sakit hati. Akhirnya membentuk pengetahuan baru - yang sudah dialami kakek-neneknya - bahwa pacaran jangan hanya memilih pacar. Harus melihat bibit bobot bebet seseorang untuk dijadikan pacar. Nanti, seperti nasib keluarga teman si anak-cucu yang salah pilih mencari pacar, mereka menyesal menikah setelah sangat cocok dan saling cinta hasil pacaran.

Perkenalan lewat pacaran yang ironi!

Sunday, April 12, 2015

Tanyakan Calon Kekasih Sahabat Dengan 5 Hal Keislaman

1. Apakah Sahabat beragama Islam?

Bila jawab Islam, maka lanjut untuk jenjang pernikahan. Karena pernikahan sesama agama bukan hanya ke-sah-an saja tetapi juga sebuah "MARKETING HOME" keislaman.

2. Apakah Sahabat Islam Ahlussunnah wal Jama'ah?
Bila jawabannya mantap, betul seperti itu, Ahlussunnah wal jama'ah, maka bisa lanjut ke jenjang pernikahan. Bila labil dan berkata, "Islam mah islam saja. gak ada aswaja atau salafi dan lainnya" maka batal saja.

3. Apakah Sahabat Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah Asy'ariyah-Maturidiyah?

Bila jawabannya mantep, oke seperti ini, maka lanjut untuk jenjang pernikahan. Karena kalau tidak, Sahabat bisa dicap kafir bagi orang yang menolak Asy'ariah. Bukan sekedar cinta, lebih dari itu adalah MARKETING HOME tentang Aswaja Asy'ariah.

4. Apakah Sahabat penganut Sufiah?
Arti dalam hal ini adalah menganggap dunia tasawuf adalah dunia mulia, terlepas ada tasawuf sesat atau tidak. Karena pada dasarnya dunia tasawuf adalah dunia untuk menuju kemuliaan hidup.

Sekedar ikrar sudah cukup karena dirinya mengakui kemuliaan dunia tasawuf maka bisa lanjut untuk pernikahan

5. Apakah Sahabat bermadzhab dari imam madzhab yang 4?

Penting sekali mengatakan ini karena bila tidak, justru akan terombang-ambing di wilayah syareat yang membingungkan. Bila syareat dipelajari tanpa imam, terus dengan apa?

Lanjut saja dengan bertekad memilih jodoh yang sama madzhabnya. Kalau berbeda, tidak masalah.

Menangkal Sakit-nya Tuh Disini

Menangkal Sakit-nya Tuh Disini - Busur Panah Cintaku Tercabut Dari Qolbuku

Siapa bilang bahwa sakit hati karena cinta tidak ada obatnya atau sulit diobati? Sulit atau tidak bisa diobati karena belum tahu ilmunya. Ketika mengalami sakit, yang sakit bagian apa? Hati (liver) atau Hati (jantung)? Orang masih sulit menerka hatinya sendiri, dikira hati itu liver atau hati itu perkara batin bukan fisik.

Hati bisa dilihat secara fisik yaitu letaknya di bagian kiri atas dada. Apa itu? Jantung. Hati tidak bisa dilihat secara fisik yaitu letaknya bersifat batin, biasnya disebut Qolb. Hati ya bahasa Indonesia, Arabnya Qolb. Tapi makna Qolb bukan sekedar Qolb, tetapi suatu perkara batin yang berubah-ubah. Intinya sudah tahu lah gimana.

Kenapa timbul sakit hati? Bagaimana rasanya? Rasanya gak jantungan kan? Tapi jantung ikut bekerja, pun pikiran bekerja.

Karena pembahannya panjang dan bukan saja teori, beli saja buku => Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Dibuku itu akan diberi bonus Audio Upgrade Otak yang salah satu kegunaannya adalah mengobati dan menangkal sakit hati, apapun penyebab sakit hatinya. Syaratnya punya CD Player

Merekontruksi Gaya Pacaran Kamu

Juru agama mengatakan, "paracan itu haram". Tetapi tetap saja cewek-cewek manis berjilbab dan cowok cakep bersarung dan peci yang sering ngaji, melakukan pacaran. Lalu bagaimana solusinya?

> Tentukan Tujuan Ikatan Pacaran

Mau buat nikah? Yes! Bila tidak, bubar saja. Remaja mengatakan "saya siap menikah dengan kamu" adalah remaja yang siap berkorban dengan cintanya. Walau tidak harus menikah sekarang juga, proses meniti karir dan kerja baru menkah.

Uji kesetiaan dan cinta sejati kamu

> Anti berdua-duaan dan anti ngobrol berdua walau ditempat ramai.

Kasihan sekali anak abg berpacaran, sudah penasaran dengan cinta nafusnya, selalu dipojokin "eh jangan berdua-duaan atau ngobrol berdua". Padahal pertemanan juga mengakibatkan hal seperti ini. Jujur saja, pernahkan anda ngobrol dengan teman berdua-duaan di tempat sepi atau ngobrol berdua bersama teman walau di tempat ramai? Yes, pernah!

Bila tidak setuju, bubar saja

> Anti ngobrol ngalor-ngidul, ngobrol dengan nuansa persahabatan bersama di tempat terbuka

Berlaku untuk semua, tanpa terkecuali. Emangnya yang dilarang ngobrol ngalor-ngodul bersama lawan jenis itu orang pacaran saja? Tidak! Apalagi orang pacaran, pasti ngebet pengen ngoborl "Mami-Papihan", "Abi-Umihan".

Susah? Ya sudah! Bubar saja.

Thursday, April 9, 2015

Merekontruksi Gaya Pacaran Kamu - Ujian Cinta Membara

Juru agama mengatakan, "paracan itu haram". Tetapi tetap saja cewek-cewek manis berjilbab dan cowok cakep bersarung dan peci yang sering ngaji, melakukan pacaran. Lalu bagaimana solusinya?

> Tentukan Tujuan Ikatan Pacaran

Mau buat nikah? Yes! Bila tidak, bubar saja. Remaja mengatakan "saya siap menikah dengan kamu" adalah remaja yang siap berkorban dengan cintanya. Walau tidak harus menikah sekarang juga, proses meniti karir dan kerja baru menkah.

Uji kesetiaan dan cinta sejati kamu

> Anti berdua-duaan dan anti ngobrol berdua walau ditempat ramai.

Kasihan sekali anak abg berpacaran, sudah penasaran dengan cinta nafusnya, selalu dipojokin "eh jangan berdua-duaan atau ngobrol berdua". Padahal pertemanan juga mengakibatkan hal seperti ini. Jujur saja, pernahkan anda ngobrol dengan teman berdua-duaan di tempat sepi atau ngobrol berdua bersama teman walau di tempat ramai? Yes, pernah!

Bila tidak setuju, bubar saja

> Anti ngobrol ngalor-ngidul, ngobrol dengan nuansa persahabatan bersama di tempat terbuka

Berlaku untuk semua, tanpa terkecuali. Emangnya yang dilarang ngobrol ngalor-ngodul bersama lawan jenis itu orang pacaran saja? Tidak! Apalagi orang pacaran, pasti ngebet pengen ngoborl "Mami-Papihan", "Abi-Umihan".

Susah? Ya sudah! Bubar saja.