Kenapa NU Tidak Mau Bersatu Dengan Salafi (Wahabi)?

"Kenapa NU Tidak Mau Bersatu Dengan Salafi (Wahabi)?" - Kok Bertanya, Lupa Sejarah Ya?

Sebenarnya, "Pembuka Pintu" persatuan sebenarnya ada di tangan "Salafi". Orang NU (perwakilan Aswaja) sudah mengasih kunci untuk membuka pintu persatuan, namun tetap saja selalu dibuang kuncinya oleh mereka, tidak dibuka-buka pintunya. Sudah bertahun-tahun, di Indonesia, orang Salafi tidak mau membuka pintu persatuan. Sampai sekarang, dan sekarang malah makin menjadi dengan (seolah) membuat pertanyaan, "Kenapa NU Tidak Mau Bersatu?" Lah, antum lupa sejarah atau memutarbalikkan sejarah?

Yang jadi Kiai NU, Ustad NU, mohon lah jangan mengaburkan pembahasan dan seolah yang membuat ketidakbesatuan adalah kaum NU. Mereka banyak mengutip ucapan-ucapan Kiai, Ustad untuk menguatkan mereka. Padahal fakta di lapangan ada, dan banyak kasus "Pembid'ahan dan Pengkafiran" - tanpa perlu menjelaskan dan mencap bahwa itu kaum wahabi/salafi - terhadap ajaran kaum NU. Jelas, inti penentangan dari kaum NU adalah ajarannya bukan nama atau merek. Kebetulan yang bersiulan adalah kaum wahabi. Kalau bukan wahabi, terus siapa? Syiah? Syiah jelas masuk dalam daftar kaum "lawan", sama seperti wahabi.


Silahkan cek perbandingan antara NU (Pro Bid'ah Khasanah) dan Salafi (Anti Bid'ah Khasanah):

NU:
1. Kaum Ta'wil (memalingkan makna) Silahkan - Kaum Tafwid (penyerahan makna) Silahkan = Khilafiah
2. Tahlilan Silahkan - Tidak Tahlilan Silahkan = Khilafiah
3. Mauludan Silahkan - Tidak Maulidan Silahkan = Khilafiah
4. Tawasullan Silahkan - Tidak Tawasullan Silahkan = Khilafiah
5. Tabarukkan Silahkan - Tidak Tabarukkan Silahkan = Khilafiah
6. Bermadzhab Silahkan - Tidak Bermadzhab Silahkan = Asal Jangan Jadi Sumber Perpecahan
7. dll

Salafi-Wahabi:
1. Kaum Ta'wil (memalingkan makna) Bid'ah - Kaum Tafwid (penyerahan makna tapi embel-embel pemakhlukan) Haq = Anti Khilafiah
2. Tahlilan Bid'ah - Tidak Tahlilan Haq = Anti Khilafiah
3. Mauludan Bid'ah - Tidak Maulidan Haq = Anti Khilafiah
4. Tawasullan Syirik - Tidak Tawasullan Haq = Anti Khilafiah
5. Tabarukkan Syirik - Tidak Tabarukkan Haq = Anti Khilafiah
6. Bermadzhab Haram, Bahkan Bid'ah - Tidak Bermadzhab Haq = Malah Menjadi Sumber Perpecahan
7. dll

Apakah ini perbedaan untuk membangun persatuan? Apakah ini? Enak saja, kita menganggap dengan mereka hanya perbedaan furuiyah (cabang) tetapi mereka menganggapp perbedaan furuiyah ada furu yang dianggap bid'ah. Karena faktanya, dalam lapangan mereka membuat kegaduhan di tengah masyarakat, membuat fitnah yang tidak-tidak, umat seperti harus saling beradu.

Sadarkah wahai kaum yang mempertanyakan "Kenapa NU Tidak Mau Bersatu Dengan Salafi?" Sadarkah? Antum sendiri yang membuang kunci pembuka pintu persatuan. Antum sendiri yang membid'ahkan sebagian besar amalan NU. Antum sendiri yang menyesatkan atau bahkan mengkafirkan ajaran Asy'ariyah. Kenapa antum seolah seperti orang yang baru lahir, orang yang tidak tahu apa-apa? Apakah ini TRIK BARU untuk memuluskan ajaran antum-antum?

2 Responses to "Kenapa NU Tidak Mau Bersatu Dengan Salafi (Wahabi)?"

Dadang aceng said...

Untuk tasya, bagaimana dengan tauhid rubbubiyah,uluhiyah dan asma sifat, apakah Nabi SAW dan para shahabat yg mengajarkan atau para tabiin,tabiut tabiin?

Dadang aceng said...

Dadang aceng said...
Untuk tasya, bagaimana dengan tauhid rubbubiyah,uluhiyah dan asma sifat, apakah Nabi SAW dan para shahabat yg mengajarkan atau para tabiin,tabiut tabiin?

Tuesday, July 04, 201

wdcfawqafwef