Humanisme Khilafah, Bukan Anarkisme Khilafah - Jangan Munafik!

Sering sekali kalau melihat komplotan pegiat khilafah lebih mencerminkan "Anarkis" walau tidak seanarkis para preman yang rebutan kekuasaan lahan. Kecuali Ijis (Iblis Najis) yang sudah menunjukkan anarkis preman. Bahasanya pakai tanda seru lalu diakhiri takbir "Allahu Akbar!" seolah yang sebagai penjuang tauhid sejati adalah mereka. Nafsunya sendiri sebagai musuh mereka tidak diperangi. Padahal ada kaidah, "Lindungi dirimu dan keluargamu dari tempatnya nafsu jelek (neraka), sebagai jihad akbar"

Tetapi kalau sudah "Anarkisme", menurut KBBI, yang bermakna ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang. Maka komplotan pegiatan khilafah yang ada di Indonesia seperti memiliki ajaran "Anarkisme". Jelas, mereka menganggap bahwa Negara Indonesia adalah negara yang tidak sah. Padahal, menurut Ahlussunnah Wal Jama'ah, sistem pemerintahan di Indonesia sudah sah walau tidak berhukum syareat.

Lah, mereka licik, mereka merangkul madzhab Ahlussunnah Wal'jama'ah sebagai sumber pemasukan kekuatan mereka. tetapi sisi lain menolak keyakinan madzhab Ahlussunnah Wal'jama'ah. Jelas, ini otok preman, yang sering menggunakan cara licik. Lebih licik lagi, mereka tidak konsisten dengan ajaran mereka, yang kini mulai mencair dengan mengadakan trik "IKUT PEMILU".

Kewajiban kita dalam menegakkan syareat dan lebih besar adalah khilafah adalah sebuah kewajiban yang seperti menegakkan syareat di tengah keluarga kita. Dengan cara humanis dan tidak anarkis. Dan memang tugas kita sebagai kaum yang tidak punya kekuasaan adalah berjuang untuk diri dan keluarga. Urusan dalem-dalem yang berkaitan sosial-politik, itu bagi yang mampu masuk dalam wilayah tersebut dan cara perjuangannya pun bukan dengan bentuk anarkisme.

0 Response to "Humanisme Khilafah, Bukan Anarkisme Khilafah - Jangan Munafik!"

wdcfawqafwef