Ektrimis Kaum Islam Indonesia - 'Itu Mah Bermain Sukuisme

Mengatasnamakan Islam Indonesia, jangan ektrim lah. Sampai berkata pada orang ahli jubah, imamah, ahli jenggot, ahli cadar, "Lah, kok Islam Arab?" Lah, siapa yang mengatakan Islam Arab? Ente sendiri kan? Jadi ente bermain Sukuisme. Orang Arab yang kental dengan ke-suku-annya, yang membedakan suku, tidak pernah berkata, "Anta Islamulindunnisi, Ana Islamularobi"

Memang ada yang salah dengan tampilan yang mirip Sayidina Nabi SAW dan Sayidah Fatimah? Lah, seorang mengucapkan, "Kok Islam Arab?" seolah ucapan yang benar padahal itu ucapan membeda-bedakan suku, negara. Padahal Islam, ya Islam Nabi SAW.

Cuma dalam pengembangan tradisi, ada amalan-amalan tertentu seperti yang sudah umum dilakukan. Tradisi dalam kelahiran, tradisi dalam pernikahan, tradisi dalam acara haul, tradisi dalam merayakan hari besar, dan sebagainya, memang ada perbedaan antara Indonesia dan Arab. Inilah yang disebut "Islam Indonesia". Islam yang memiliki tradisi-tradisi khas Indonesia sesuai pedoman "Ahlussunnah Wal Jama'ah".

Lebih jelas lagi, maksud Islam Indonesia adalah Muslim Indonesia yang mengamalkan ajaran keislaman khas lokal, menurut Kiai Ali (Imam Besar masjid Istiqlal, Pejuang Aswaja Indonesia).

Jadi bukan membeda-bedakan dalam segala hal dan membuat alergi yang berbau Arab. Kalau sudah ektrim, ya sudah berarti "Sukuisme". Nanti kata orang Arabnya, "La Islam Anta, Anta Min Indunisia..."

Arab memang bukan Islam tetapi Islam berasal dari Arab karena Nabi SAW adalah orang Arab. Jadi bukan arabisme tetapi muhammadisme. Tidak mau dianggap muhammadisme? Maunya apa? Yesusisme? Itu kan Yesus, Bukan Isa AS. Isa AS nabinya orang Islam bukan nabinya orang Kristen.

Dengan adanya orang-orang "Alergi Arab", kita patut pertanyakan tujuan mereka, "Apakah ini upaya pendangkalan simbolisasi keislaman di Indonesia untuk menyeimbangkan dengan agama lain yang miskin simbolsasi?"

0 Response to "Ektrimis Kaum Islam Indonesia - 'Itu Mah Bermain Sukuisme"

wdcfawqafwef