Ektrimis Kaum Anti Islam Indonesia - Teks Dalam Tempurung Kaum Modernis

Kaum modernis ada berbagai macam aliran dan organisasi. Baik kaum modernis aliran liberal atau modernis aliaran radikal. Berbagai macam kaum modernis, namun pada intinya adalah "Anti Tradisi Bermadzhab 4". Namun, kaum modernis yang dimaksusd lebih kepada kaum "Tekstualis", yang bersifat tertutup, anti pluralis kebenaran dan cenderung radikal.

Bermula dari "Anti Madzhab 4". Menurut mereka tradisi bermadzhab adalah tradisi "jumud". Mereka tidak sadar, bahwa kejumudan itu datang ketika menganut "Anti Madzhab". Kenapa jumud? Karena tidak mengenal toleransi kebenaran, bersifat tertutup. Karena yang mengajarkan toleransi kebenaran adalah "Imam 4 Madzhab". Dan toleransi ini diwariskan kepada murid-muridnya, sampai sekarang. Sudah maklum adanya, menjadi tradisi, dimana mayoritas bermadzhab Syafi'i, maka yang bermadzhab Malik akan menghormati mereka dan lebih memilih untuk tidak membuat perubahan, begitu sebaliknya.

Namun berbeda, gara-gara kaum modernis datang ke Indonesia, di mana mayoritas itu adalah Safi'iyah, kaum modernis yang berjumlah minimal mencoba untuk membuat perubahan dan cenderung radikal. Setiap masjid, harus dikuasai. Kalau masjid tidak dikuasai kaum modernis, maka batallah solat berjama'ah dibelakang orang yang bermadzhab. Karena menurut mereka, bermadzhab adalah bid'ah dan haram berjama'ah dengan orang ahli bid'ah. Ahli bid'ah itu bangkai yang hidup, tidak ada nilainya.

Karena Imam madzhab mengajarkan kebolehan:
- Tradisi Tawasullan
- Tradisi Maulidan
- Tradisi Tabarukkan
- Tradisi Membuat Hal Baru yang Baik
- Tradisi Tahlilan (Trasnfer pahala)
- dll

Menurut mereka, tradisi-tradisi Islam yang subur di Indonesia akibat pengaruh imam madzhab, dianggap bid'ah dan mengajarkan syirik.

Imbasnya, segala yang berbau tradisi, khususnya tradisi di Indonesia dalam Islam, langsung alergi dan dianggapnya penyakit dalam agama Islam.  Tragisnya, mereka yang alergi tradisi seperti belum memahami makna tradisi dan budaya. Seolah tidak ada tradisi dalam Islam padahal Islam sebagai ajaran tradisi juga. Islam mengajarkan untuk mempertahankan tradisi "Hubungan Ketuhanan dan Hubungan Kemanusiaan (baik yang masih hidup atau mati)". Adapun variasi tradisinya bisa saja berbeda-beda. Termasuk tradisi bermadzhab.

Secara otomatis, mereka anti Islam Indonesia, Islam yang dibingkai tradisi-tradisi khas Indonesia yang tetap pada jalur Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Secara kajian ilmiah, siapa yang berotak jumud, beku, statis dalam berpikir? Kaum modernis yang anti madzhab atau kaum bermadzhab yang modernis?

0 Response to "Ektrimis Kaum Anti Islam Indonesia - Teks Dalam Tempurung Kaum Modernis"

wdcfawqafwef