Setingginya Lemparan, Kembali Ke Bumi - Hukum Gravitasi

Manusia pada hakekatnya dalam fitrah "hamba". Artinya adalah "tiada upaya dan kekuatan" dengan segala sesuatu. Sehingga tema sombong di sini tidak masuk dalam makna "hamba". Ketika mencoba meninggikan diri dengan maksud merendahkan sesuatu, maka seperti melempar batu dengan tetap berharap tinggi. Secara fitrah, orang sombong itu terkena penyakit karena melawan fitrah manusia. Karena sudah pasti akan jatuh dalam kerendahan. Maka, jelas, orang sombong tidak akan selamat lahir-batin.

Nah, dengan memahami teknik perbatasan ketinggian lemparan dan kembalinya lemparan ke tempat kerendahan, maka dalam hal berangan-angan pun jangan sampai melupakan kerendahan diri. Ketika angan terlalu menguasai, berharap untuk tetap meraih setinggi-tingginya, ketika terjatuh dalam keadaan tidak sadar bahwa dirinya "makhluk rendah", "hamba". Manusia yang terperangkap dalam angan-angan tinggi, bisa masuk dalam bab "lupa daratan". Sudah banyak bukti, orang yang idealis "keduniaan" tinggi, mengorbankan banyak hal. Pada ujungnya, akan jatuh juga, tidak mungkin tidak. Terjatuh dalam lembah kematian.

Semakin kuat lemparan untuk menggapai tinggi, bila semakin tak sadar kerendahan maka semakin kuat jatuhnya.

Sebatas pemikiran sementara

0 Response to "Setingginya Lemparan, Kembali Ke Bumi - Hukum Gravitasi"

wdcfawqafwef