Dusta Kajian Isro Mi'roj Secara Ilmiah - Itu Logika Dengkul, Dul!

Dusta Kajian Isro Mi'roj Secara Ilmiah - Orang yang lebay membahas Isro Mi'roj dalam kajian ilmiah adalah orang yang seperti tidak percaya mukjizat. Mereka ingin percaya atas dasar fakta ilmiah. Orang yang lebay membahas Isro Mi'roj berdasarkan ilmiah, bisa saja orang yang percaya dengan mukjizat namun mereka ingin menyentuh ke wilayah ilmiah walau hasil penjelasan ilmiahnya berlogika dengkul, malah tidak ilmiah. Penjelasan ilmiahnya lebih ke vonis kepada perendahan terhadap mukjizat dan perendahan pada jazad Nabi Muhammad SAW.

Dua Catatan Penting Isro Mi'roj Untuk Membantah Berdasarkan Ilmiah:

1.    Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar, bersama fisik dan rohnya.
2.    Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW adalah mukjizat, yang bertentangan dengan hukum alam.

Kenapa hanya dua dalam membantah Isro Mi'roj berdasarkan kajian ilmiah? Karena dari dua itulah mereka melakukan rekayasa Isro Mi'roj berdasarkan kajian ilmiah. Mereka membahas Isro Mi'roj sesuai kajian ilmiah namun telah merendahkan jasad Nabi Muhammad SAW. Mereka menganggap bila Nabi SAW di-isromi'roj-kan dalam keadaan utuh jazadnya, tidak berubah jadi cahaya, maka tubuhnya akan hancur. Jelas, secara otomatis pun penjelasan sudah merendahkan mukjizat dan seolah tidak percaya dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW dalam Isro Mi'roj.

Setelah saya amati beberapa teori yang mereka ungkapkan dalam membahas Isro Mi'roj sesuai kajian ilmiah, justru penjelasan yang mereka ungkapkan tidak benar secara kajian ilmiah. Kalau kajian ilmiah yang mereka tulis diserahkan kepada ilmuan barat, saya yakin mereka akan menertawakanya. Kenapa menertawakan kajian ilmiah Isra-Mi'raj Nabi Muhammad Saw? Simpel saja mereka berkata, "Kok ada manusia bisa berubah jadi cahaya tanpa proses teknologi dan anehnya bisa tembus langit, haha"

Sesuai fakta ilmiah dengan kajian Fisika Quantum, untuk membelah benda menjadi ukuran terkecil dan menjadi energi Quanta, membutuhkan sebuah alat pemecah atom. Ada alatnya yang canggih. Bukan berdasarkan simsalabim abdakadabra maka langsung jadi energi atau cahaya. Tentu, bodoh sekali, membahas panjang lebar tentang Isro Mi'roj sesuai kajian ilmiah namun hal sepele, seperti perubahan jasad menjadi cahaya, tidak diperhatikan secara ilmiah.

Sok, tanya saja kepada mereka, "Bagaimana proses perubahan manusia menjadi cahaya sesuai kajian ilmiah?" Mereka akan melongo dan berkata, "Ya, itu mukjizat dari Allah". Bila berkata begitu, gugur seluruh kajian ilmiah yang mereka ajukan tentang Isro Mi'roj. Karena mereka menjawab bahwa perubahan itu adalah mukjizat. Kalau bicara Mukjizat, apapun bisa terjadi. Kalau Allah menghendaki Nabi SAW Isro Mi'roj dengan jasad dan ruh tanpa berubah jadi cayaha, maka tidak bisa disangkal dengan kajian ilmiah apapun.

CATATAN! Sebagai penguatan akidah, apakah alam yang ditundukkan jasad Nabi SAW atau jasad Nabi SAW yang ditundukkan oleh alam? Padahal kita tahu, jasad Nabi SAW jauh lebih mulia daripada alam. Dan harus diingat, derajat mukjizat itu untuk Nabi SAW bukan untuk alam. Maka, pantaskah kita meyakini jasad Nabi Muhammad mengalah pada alam? Allah pasti menundukkan alam dalam Isro Mi'roj.

Jangan berkata, “Jangan melebih-lebihkan jasad Nabi SAW, itu namanya kultus, Nabi Muhammad manusia biasa”. Bila berkata seperti ini, pantaskan kita melebih-lebihkan kekuatan alam sedangkan alam jauh jauh lebih rendah daripada jasad nabi Muhammad? Lagi pula, apa sih makna berlebih-lebihan kalau faktanya kelebihan Nabi Muhammad SAW sangat banyak? Apa sih makna kultus sedangkan melebihkan-lebihkan alam kok tidak disebut kultus?

Fakta yang harus ditanam ke otak yang membuat Isro Mi'roj sesuai ilmuah adalah:

1.    Jasad Nabi Muhammad SAW itu mulia, lebih mulia dari segala ciptaan
2.    Jasad Nabi Muhammad SAW mengeluarkan keringat yang wangi
3.    Jasad Nabi Muhammad SAW itu bercahaya
4.    Jasad Nabi Muhammad SAW pernah dilindungi awan dari sengatan sinar matahari
5.    Dan masih banyak lagi tentang kelebihan dan kemuliaan jasad Nabi Muhammad SAW

Sehingga kalau membahas Isro Mi'roj berdasarkan kajian ilmiah namun merendahkan jasad Nabi Muhammad SAW maka sungguh sangat keterlaluan. Kok bisa berkata, "Kalau jasad Nabi Muhammad tidak berubah menjadi cahaya, maka tidak mungkin menembus langit. Jasad Nabi Muhammad akan hancur." Kok bisa? Ucapan ini secara tidak langsung telah merendahkan Mukjizat Allah. Kalau Allah menghendaki sesuatu, tidak ada hal yang bisa menghalanginya. Termasuk Allah berkehendak jasad Nabi SAw bisa menembus langit sampai ke langit bertingkat-tingkat.

0 Response to "Dusta Kajian Isro Mi'roj Secara Ilmiah - Itu Logika Dengkul, Dul!"

wdcfawqafwef