Senin, 12 November 2012

Alur Cerita dan Plot


Saya jujur saja bingun tentang alur dan plot. Ada yang mengatakan alur adalah plot dan ada yang berkata alur bukan plot.
Silahkan baca di internet tentang unsur-unsur cerpen mengenai alur, pasti ada yang membahas perbedaan dan kesamaan.
Menurut saya, yang penting dalam membuat cerita ada sesuatu peristiwa-peristiwa yang membuat cerita itu terlihat menarik, romantis, membuat wanita yang anda cintai bertambah cintanya.
Tetapi saya akan jelaskan secara singkat mengenai alur dan plot ini.
Alur atau jalan sekedar rangkaian cerita seorang pengarang tentang peristiwa yang melengkapi sebuah cerita.

Sedangkan plot adalah hubungan kausalitas (sebab-akibat) sebuah peristiwa dengan peristiwa yang mendahuluinya atau peristiwa setelahnya. Bahasa sederhananya, hubungan sebab-akibat antarperistiwa dalam sebuah cerita.
Saya menyimpulkan kalau alur adalah sifatnya umum dan plot adalah bagian dari alur yang sifatnya khusus.
Pengertian yang sederhana dan tidak membuat pusing kan?
Ibarat kata, ikan dan ikan lohan. Apakah sama antara ikan dan ikan lohan? Ya sama, karena sama-sama ikan. Tetapi ikan sifatnya lebih umum dan ikan lohan bagian dari ikan yang sifatnya khusus.
Alur tanpa plot tidak mungkin. Pasti ada plot dalam alur karena cerita mengisahkan sebab dan akibat. Plot tanpa alur, tidak mungkin karena terbentuknya sebab akibat harus ada rangkaian peristiwa.
Perhatikan kalimat berikut: “Ani meninggal dunia, satu bulan kemudian Surya menyusulnya.”
Kalimat tersebut belumlah cukup dikatakan mengandung unsur plot, karena sekedar menunjukan urutan waktu (kronologis) kejadian saja.
Peristiwa kematian Surya belum tentu disebabkan oleh kematian Ani. Bisa saja Surya meninggal dunia karena tertabrak becak J, misalnya. Sehingga tak ada hubungannya dengan kematian Ani.
Akan berbeda apabila kalimatnya diubah menjadi: “Ani meninggal dunia, satu bulan kemudian Surya menyusulnya karena tak kuasa menanggung kesedihan”.
Pada kalimat yang kedua ini, selain terdapat urutan waktu kejadian, juga mengandung unsur sebab akibat. Peristiwa kematian ibu menjadi penyebab kematian ayah. Inilah yang disebut plot.
Lihat cerpen-cerpen saya, khususnya cerpen ‘Bukan Sekedar Kencing’. Dan anda akan mengetahui alur dan plot cerpen tersebut.
Dalam cerpen ‘Bukan Sekedar Kencing’ mengisahkan tentang seorang ayah yang tidak merestui anaknya menikah sama lelaki yang bekerja sebagai supir. Pada alur cerita selanjutnya dijelaskan sebabnya tidak merestui anaknya.
Alur konvensional atau alur standar adalah meliputi beberapa tahap berikut:
·         Pengantar : bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
·         Penampilan masalah/konflik : bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelaku cerita.
·         Puncak ketegangan / klimaks konflik : masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
·         Ketegangan menurun / antiklimaks konflik : masalah telah berangsur – angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
·         Penyelesaian : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.

Adapun jika kita melihat sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka, plot tertutup dan cempuran keduanya. Jadi sifat plot ada kalanya:
  • Terbuka. Jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita, di samping masalah dasar persoalan.
  • Tertutup. Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita.
  • Campuran keduanya.
Dalam penyelesaian cerita, memang bisa menggunakan alur tertutup atau alur terbuka.
Beberapa jenis alur:
·         Alur maju (progresif): pengarang menyajikan cerita dimulai dari awal menuju akhir  cerita.
·         Alur mundur (flash back):  pengarang bisa memulai cerita dari klimaks, kemudian kembali ke awal cerita menuju akhir.
·         Alur campuran: pengarang menceritakan banyak tokoh utama sehingga cerita yang satu belum selesai, kembali ke awal untuk menceritakan tokoh yang lain.
Nah, untuk plotnya sendiri berada dalam alur itu sendiri. Plot lah yang lebih memberikan peristiwa itu memiliki sebab dan akibat.
Untuk membangun plot dalam kalimat, maka perlu kalimat-kalimat yang menjelaskan tentang sebab-akibat.
Kalimatnya seperti “Ani meninggal dunia, satu bulan kemudian Surya menyusulnya karena tak kuasa menanggung kesedihan”.
Bukan seperti “Ani meninggal dunia, satu bulan kemudian Surya menyusulnya.”
Terkecuali kalimat “Ani meninggal dunia, satu bulan kemudian Surya menyusulnya.” Dalam paragraf lain dijelaskan tentang sebab si Surya meninggal.
Intinya, membangun plot benar-benar memperhatikan unsur sebab dan akibat.
Tetapi bila anda ingin membuat tulisan cerita cinta yang berupa catatan harian, plot tidak dijelaskan juga tidak apa-apa. Karena rangkaian alur yang tidak jelas.
Seperti tulisan surat cinta untuk wanita yang saya cintai yang pernah aku kirim di facebooknya. Seperti ini.

Surat Cinta Untuk Wanitaku (bagian 3)
Wanitaku, dahulu kita pernah menjalin asmara dari jarak yang cukup jauh. Kita merasakan kebahagiaan walau ada rasa kekhawaatiran retaknya hubungan. Kita menikmati hidangan komunikasi apa adanya. Pembelajaran sakinah, mawaddah, dan warahmah. Kita saling memberi dan menerima dengan setulus hati. Walau terkadang ada keributan kecil, tetapi itu hanyalah pelengkap hidup semata.
Ternyata apa yang dikhawatirkan kita, terjadi juga. Hubungan kita retak akibat oknum yang tidak bertanggungjawab dan tidak mengerti hubungan cinta kita. Hubungan terpaksa berakhir walau jalinan komunikasi tetap aku pertahankan.
Kita pun akhirnya bersatu lagi. Walau mungkin kamu terpaksa menerima aku lagi. Tapi tak menapa. Yang jelas, aku yang ingin bersatu lagi denganmu. Aku mencintaimu, aku sayang kamu walau jarak yang cukup jauh dan berliku dengan dirimu.
Aku ingin cinta ini terikat dalam iktan pernikahan, yang merupakan persatuan cinta yang paling sah dan satu-satunya yang sah.
Aku tahu, perlu waktu untuk menutup luka dulu pada dirimu. Cintamu pun masih tertutup kabut trauma. Tetapi, kita pun saling meluangkan waktu karena kita masih fokus pada impian kita. Aku akan berusaha mengendapkan memori lalu yang pernah membuatmu duka-lara. Aku pun akan mengendapkan memori lalu yang sama persis sepertimu.
Dalam bersatunya kita, aku menerima keadaanmu sekarang. Kenyataan sekarang kamu sibuk kuliah dan ditambah sibuk kerja. Membuat komunikasi jarang dilakukan. Tetapi aku sangat menerima keadaan ini dan sabar dalam menikmati cintaku ini. Aku akan setia sampai akhirnya kita menjalin kesatuan cinta suci. Aku harap, kamu pun mengerti tentang keadaanku yang sekarang, yang masih miskin ini.
Semoga Allah memudahkan jalan kita menuju ikatan cinta suci kita, aamiiin.

Surat Cinta untuk Wanitaku (bagian 4)
Bunga ayu, cinta laksana wabah seperti kau pernah bilang. Cinta yang aku maksud adalah cinta biologis.
Karena cinta, sepasang kekasih saling curiga.
Karena cinta, sepasang kekasih saling cemburu.
Karena cinta sepasang kekasih saling marah.
Karena cinta, sepasang kekasih saling menjauh dengan teman-temannya.
Karena cinta, sepasang kekasih, membuat gempar yang akhirnya timbul keributan masal.
Aku sadar hal itu. Rasa cinta padamu, mungkin saja bisa seperti itu. Tetapi aku selalu berusaha, cinta biologis jangan dibiarkan paling berkuasa. Bila paling berkuasa, maka cinta murni ke sesama manusia akan lemah.
Cinta seharusnya membawa kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan hati, dan lain-lain. Tapi kenapa malah timbul yang berbau negatif? Tidak lain adalah karena cinta biologis tidak terbimbing oleh cinta murni.
Tanpa cinta biologis pun, kebahagiaan sebenarnya sudah bisa didapatkan. Seperti kisah kehidupan rumah tangga orang tua kita yang sudah lanjut usia. Apakah mereka masih menggunakan cinta biologis? Tidak, aku rasa. Mereka mengandalkan cinta murni. Cinta murni yang penuh dengan mentaati perintah tuhannya agar saling sakinah, mawaddah dan warahmah.
Bunga ayu, cinta biologis perlu kau hadirkan juga. Karena ini yang akan menentukan sesuai selera dirimu. Tetapi bila cinta biologis sudah hadir, jangan lupa untuk menghadirkan cinta murni.
Mudah-mudahan surat cinta ke-4 ini bermanfaat untuk hati dan pikiranmu. I Love You, Bunga Ayu Forever.
Tulisan ini sengaja saya tidak diedit karena untuk memperlihatkan keaslian tulisan. Tentu, maksud tersembunyi adalah memberlihatkan tulisan cinta kepada anda untuk kegiatan percintaan.
Anda sudah baca surat cinta yang di atas? Apakah anda unsur plot? Tidak ada. Yang ada hanya unsur sebab-akibat.
Kenapa tidak ada plot? Karena memang tidak ada alur. Memang berbentuk cerita, tetapi cerita biasa saja. Seperti ceramah ustad kepada para jama’ahnya yang dibumbuhi cerita.


Bacaan Lainnya



0 komentar:

 

Copyright www.elbuyz.blogspot.com