Sajak_ Rindu dan Kehampaan

Sesak di ruang hati.
Terpenuhi rindu dan kehampaan.
Tak ada sapa dan di sapa.
Hanya hamparan sunyi.

Kumenapaki dengan kaki tertatih
menari dalam pelepas rindu
di tiap putaran waktu.
Tapi tarianku hanya penambah sesak ruang hati
tak ada kekasih yang menemaniku di tiap tarian.
Hatiku semakin merindu dalam kehampaan.

Tatkala yang kurindu
bayang-bayangnya masih menutup diri berselimut
bersama dengan rahasia angin kehidupan.
Dalam kehampaan rinduku semakin tak terjawab
walau semilir angin tak henti berbisik di telinga.
Bisikannya hanya siulan kosong, tak berkhabar nyata.

Biarlah rinduku hanya nyanyian tanpa irama musik.
Suatu saat, irama musik akan mengiringi nyanyian
dengan asik, menyatu dalam jiwa kebersamaan.

Rindu memang kehampaan.
Hanya erangan yang selalu hadir
sebagai panggilan untuk kekasih.
Tapi erangan itu tetap tak terjawab
hanya hamparan sunyi
dan bayangan-bayangan kekasih yang mengusik hati.

Rindu dalam kehampaan
Hadirlah kekasih di istana megahku.
Akan aku taburi bebungaan nan mewangi
agar hadirmu dalam tebaran senyum hati.
Hadirmu bukanlah arti kehampaan
Tapi hadirmu adalah pengisi jiwa kehampaan.
Kau yang pantas mengisi kekosonganku.

0 Response to "Sajak_ Rindu dan Kehampaan"

wdcfawqafwef