Wednesday, April 27, 2011

Jejak #8: Oh... Indahnya Visual Impian

cinta segitiga

Seperti biasa, saya menjalankan tips Ide Menulis, Menulis Ide. Dengan begitu, pembahasan Jejak-jejak kali ini masih tentang impian. Jejak-jejak kali ini, saya akan membeberkan sejarah yang masih terpendam dalam sangkar dunia. Anda mau tahu? Baiklah, sejarah yang akan terkuak dalam pembahasan ini adalah mengenai latar belakang penulisan Tips Visual Impian.

Dahulu kala, saat masih penjajahan zaman modern (zaman sekarang kali ya?), saya sempat lahap membaca buku Quantum Ikhlas sampai habis. Tak disangka dan tak diduga, di situ ternyata membahas tentang visual impian walau tidak secara jelas membahas visual impian. Saya kira, buku itu hanya membahas tentang keikhlasan. Ternyata lebih dari keikhlasan yaitu keikhlasan impian.

Saya melakukan meditasi dengan dibantu audio—bonus dari buku Quantum Ikhlas—sembari melakukan visualisasi seperti saran dari buku itu. Saya visualkan apa-apa yang diinginkan saya walau sempat pikiran terganggu. Saya memvisualkan seolah-olah telah mendapatkan dan menikmati sesuatu yang saya inginkan.

Atas dasar peristiwa bersejarah tersebut, saya menuliskan tentang Tips Visual Impian.

Lagi pula, bila kita hanya menuliskan impian saja, impian itu tidak ada artinya. Impian seakan mati suri. Kita pun tidak merasakan bagaimana dampak impian kita pada diri kita: bahagia atau malah menderita. Memang, saat menuliskan impian pun kita sudah visual impian. Tapi, lebih baik kita melakukan visualisasi dalam keadaan tenang. Kenikmatan visual akan dirasakan dalam hati.

Salam Cerdas!

Artikel Terkait

Saya seorang blogger yang senang berbagi. Sekarang saya sedang seirus mengurusi blog yang sedang anda lihat dan juga beberapa blog lainnya. Saya juga sebagai penulis Cerita Komedi Dunia Arafah Rianti