Friday, February 25, 2011

Resep Impian Sukses dengan Rasa Manis-Pahit (Bagian 2)

cinta segitiga

2. Aba-aba

Tips belajar tentang resep ini adalah kelanjutan dari poin 1 (satu) yang membahas tentang bahan-bahan.
Mari kita meraciknya. Caranya gampang. Tidak harus kursus online atau ofline.
  1. Pertama, memilah-milah mata pelajaran yang ada di tempat sekolah masing-masing. Pastikan tidak ada mata pelajaran yang terlewatkan. Karena ilmu adalah mutiara: berharga. Perhatikan cara memilahnya.
    • Bidang Study/Pelajaran IPS:
      Bagian-bagiannya adalah seperti pelajaran Sosiologi, pelajaran Antropologi, pelajaran Geografi, pelajaran Ekonomi+Akuntansi, Sejarah, dan yang lainnya (sesuaikan saja dengan kurikulum).
    • Bidang Study/ Pelajaran IPA:
      Bagian-bagiannya adalah pelajaran Fisika, pelajaran Kimia, Pelajaran Biologi, dan yang lainnya (sesuaikan saja dengan kurikulum)
    • Bahasa: Bagian-bagiannya adalah pelajaran Bahasa Inggris, pelajaran Bahasa Indonesia, dan yang lain (sesuaikan dengan kurikulum)
    • Matamatika:
    • Bahan pelajaran tambahan (yang ada di sekolah)
    Itu hanya sebagian.Misalkan kita sekolah di SMK yang tidak ada mata pelajaran di atas, ya, mari... disesuaikan sajalah.
  2. Setelah kita memilah-milah, potong kecil-kecil masing-masing pelajaran. Maksudnya begini. Setelah kita memilah, ambil salah satu mata pelajaran. Misalkan IPA, bagian-bagian pelajarannya telah diketahui yaitu: Biologi, Fisika, dan lain-lain. Lalu potong masing-masing pelajaran. Misalnya begini:
    • Biologi:
      Kita potong mata pelajaran menjadi beberapa bagian: ilmu tentang pertanian, ilmu tentang makhluk hidup, ilmu tentang kesehatan, dan yang lainnya. Tanya sama guru, bagian-bagian pelajaran Biologi itu apa saja.
    Untuk mata pelajaran yang lainnya bisa menggunakan cara seperti ini. Kegunaan potongan mata pelajaran adalah untuk kegiatan praktik kita sehari-hari. Akan tetapi untuk mata pelajaran bahasa tidak perlu kita potong; tidak ada peng-khusus-an ilmu.
  3. Setelah semua mata pelajaran kita potong, pilih pada titik fokus ilmu yang mengandung nilai keharusan menurut hati kita. Bila Anda lupa tentang pembahasan nilai keharusan, lihat kembali di sini. Pastikan semua ilmu kita anggap penting. Akan tetapi, pilihan memilih adalah hak pribadi.
  4. Misalkan kita memilih: Ilmu Kesehatan (bagian dari mata pelajaran Biologi)
  5. Berarti kita akan menyingkirkan mata pelajaran yang ada dan lebih memilih mata pelajaran Biologi dengan konsentrasi praktek jatuh pada pangkuan Ilmu Kesehatan. Duh, ternyata ilmu itu bercabang-cabang ya? Itulah, kenapa saya mencoba untuk membuat titik fokus ilmu yang dipelajari.
  6. Lalu, lakukanlah nilai penyesuaian. Bila Anda penasaran lagi. Penasaran masalah nilai penyesuaian, sok atuh meluncur di sini.
  7. Kemungkinan kita tidak memcicipi rasa manisnya perintah guru dalam belajar secara maksimal. Kita hanya memilih mata pelajaran yang kita fokuskan saja: mata pelajaran Biologi dengan konsentrasi tentang kesehatan. Terkadang/sering merasakan pahitnya tidak menuruti perintah guru: guru marah-marah, nilai anjog, dll.
  8. Tapi sebagian guru cukup lega, karena kita masih merasakan manisnya perintah belajar dari guru. Kita mengambil mata pelajaran untuk UN (Ujian Nasional). Disamping itu, ia tetap gigih pada titik fokus belajarnya: Biologi dengan konsentrasi tentang kesehatan. Salam Cerdas!

Artikel Terkait

Saya seorang blogger yang senang berbagi. Sekarang saya sedang seirus mengurusi blog yang sedang anda lihat dan juga beberapa blog lainnya. Saya juga sebagai penulis Cerita Komedi Dunia Arafah Rianti