Sajak: Pernikahanmu

Sahabat
tak sadar lajangmu
sudah selembar pergi.
Beralih lembar baru
membingkai indah di malam ranjang.
Berselimut kekasih hati, suamimu
menghangatkan jiwa ragamu.

Sahabat
kini kau dalam selimut lembut perkawinan.
Menari dalam pentas kesucian.
Kini kebahagiaan kan dirasa sejati
menemani desah nafas dirimu.

Sahabat
aku hanya sendu bahagia.
Melihatmu, kini dalam jalinan suci asmara.
Biar dirimu aku lepas
bila inginkan putus melepas
menyudahi kisah dalam seikat sahabat.

Aku sahabatmu dalam rela.
Kau ikut bersama
dengan langkah suami
kemana ia pergi.
Aku tetap bahagia walau suatu saat
rindu menggunung tinggi
tak bertepi dalam gapai mimpi.

0 Response to "Sajak: Pernikahanmu"

wdcfawqafwef