Jumat, 07 Januari 2011

Sajak: Masa Kini Yang Hilang

Kaki berjalan setapak.
Aku tengok jalan yang terlewati.
Kisahnya membekas sebagai jejak.
Menghadirkan kenangan sebagai perjumpaan dalam ilusi.
Kita dalam perpindahan tempat dan waktu
yang memungkinkan perpindahan kisah kehidupan.
Semua kisah tersimpan di hamparan pikiran
dan aku hidup dalam pelajaran.

Memandang masa depan
memandang panjang perjalanan.
Masa depan penuh butir-butir mutiara impian.
Kita raih penuh usaha dan pengharapan
Panjang perjalanan yang ditempuh
panjang kisah yang terlewati
dan tersimpan dalam pikiran.
Aku hidup dalam harapan.

Aku tatap masa kini
keadaannya masih tak dimengerti
yang hanya sebenang tipis
pembatas yang tak tamak
antara ruangan masa lalu
dan ruangan masa depan kehidupan.
Tatkala kaki berjalan setapak, hilanglah masa kini.
Hanya sekedar berjabat lalu melangkah pergi.

Pantas Tuhan dalam sumpah
atas nama waktu
sungguh manusia dalam kerugian.
Masa kini hilang seketika
saat berlalu laju kaki.

Kita akan mengukir apa?
Dalam pengisian kisah untuk hidup
Seiring melaju dangan waktu hari
Seiring mengikisnya masa kini
Seiring kita menjemput masa depan yang di nanti
Seiring kita mengenang masa silam yang terus membuntuti.


Bacaan Lainnya



0 komentar:

 

Copyright www.elbuyz.blogspot.com